Inilah Hikmah di Balik Terjadinya Gerhana Matahari
Rasulullah SAW menawarkan tuntunan kepada umatnya semoga memanfaatkan momen gerhana untuk meningkatkan kepercayaan dan ibadah. Lakukan shalat gerhana (khusuf), perbanyaklah zikir, istigfar, takbir, sedekah dan amalan ketaatan lainnya.
Ketika terjadi gerhana matahari, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam keluar dengan bergegas, menarik bajunya, kemudian shalat dengan manusia, dan memberitakan kepada mereka bahwa gerhana ialah satu tanda dari gejala kekuasaan Allah.
Dengan gerhana tersebut Tuhan menakut-nakuti para hamba-Nya, tapi boleh jadi gerhana merupakan lantaran turunnya azab untuk manusia. Beliau pun memerintahkan untuk mengerjakan amalan yang sanggup menghilangkannya. Beliau memerintahkan untuk mengerjakan shalat, berdoa, istighfar, bersedekah, memerdekakan budak, dan amalan-amalan shalih lainnya dikala terjadi gerhana; sampai hilang petaka yang menimpa manusia.
Dari Aisyah radhiyallahu anha, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: Sesungguhnya matahari dan bulan ialah dua tanda di antara gejala kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi lantaran ajal seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat gerhana tersebut, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah (HR Bukhari nomor 1044).
Dilansir dari aceh.tribunnews.com. Bahwa di antara faidah terjadinya gerhana matahari adalah:
1. Matahari ialah salah satu di antara makhluk Tuhan yang besar namun tunduk di bawah kekuasaan Allah.
2. Dengan terjadinya gerhana maka akan terjadi perubahan iklim dan keadaan setelahnya.
3. Pengingat terhadap hati yang lalai dan lupa akan Rabbnya, sehingga akan sadar dan melaksanakan kewajibannya sebagai hamba Allah.
4. Sebagai pelajaran untuk semua insan apa yang akan terjadi di hari qiyamah kelak, sehingga semakin mempersiapkan diri untuk menghadapi hari bertemu dengan-Nya.
5. Sebagai pengingat bahwa insan harus selalu berada dalam kondisi Al Khauf (takut) dan Ar Roja (mengharap Pahala Allah), begitulah matahari tertutup sehabis normal, kemudian menjadi normal kembali.
6. Juga kadang seorang yang tidak berdosa akan terkena efek musibah, bagaimana dengan yang selalu berbuat dosa, maka berhentilah.
7. Kebanyakan kaum Muslimin mendatangi shalat tanpa perasaan takut, dengan adanya Shalat Gerhana dengan kondisi yang mencemaskan dari gerhana tersebut barangkali menjadi kebiasaan baik untuk selalu pergi ke masjid menjalankan shalat lima waktu dengan penuh rasa takut kalau tidak diterima shalatnya. ( Lihat : Ghayatul Ahkam : 3 / 252 – 2523 ).
Semoga Tuhan mendapatkan semua amalan kebaikan kita dan menimbulkan kita semua termasuk hamba-hamba yang diridhai-Nya.