Inilah Hukumannya Bagi Seorang Istri yang Terlalu Banyak Tuntutan Pada Suaminya

Mengarungi perahu rumah tangga pada hakikatnya harus saling melengkapi antara suami dan istri. Jika hidup saling melengkapi tentunya akan lebih gampang menjalani kehidupan ini. Makna saling melengkapi bukan harus sama-sama bekerja semoga nafkah tercukupi, namun istri senantiasa mendoakan suami semoga selalu tercukupkan nafkah. Karena pada umumnya kebanyakan para suami yang bekerja meskipun ada sebagian para istri yang bekerja.

Untuk istri, janganlah menuntut terlalu banyak pada suami. Mari simak hadits Rasulullah SAW di bawah ini :

Rasulullah SAW  bersabda yang artinya, "Diperlihatkan neraka kepadaku dan saya melihat kebanyakan penghuninya ialah kaum wanita, mereka kufur." Para sahabat bertanya, "Apakah disebabkan kufurnya mereka kepada Allah?" Rasulullah Saw. menjawab, "(Tidak), mereka kufur kepada suaminya dan mereka kufur pada kebaikan. Seandainya seorang suami selama setahun, kemudian istrinya melihat sesuatu yang buruk pada diri suaminya maka ia mengatakan, 'Aku tidak pernah melihat kebaikan pada dirimu sekali pun” (HR Bukhari dan Muslim).

Ilustrasi
Tentunya seorang istri yang mempunyai sifat baik akan selalu mencicipi dan berterimakasih pada suami. Istri yang baik tidak pernah melihat ke atas namun selalu melihat ke bawah. Sangat banyak orang dengan kesulitan ekonomi. Bayangkan saja disaat ini sebagai istri Anda bisa membaca sebuah artikel ini melalui smartphone, sedangkan masih banyak yang tidak demikian.

Sebagai istri, bila mempunyai suami dengan penghasilan rata-rata UMR (upah minimum rakyat), bersyukurlah bahwa rezeki yang didapatkan itu halal dan lebih berkah daripada mereka yang berpenghasilan tinggi merupakan hasil dari KKN. Dan lihatlah tetangga kiri kanan, seberapa banyak mereka yang bisa mempunyai penghasilan menyerupai suami Anda. Sangat indah bila sebagai istri Anda masih menyempatkan untuk membuatkan pada tetangga yang membutuhkan. Masya Allah.

Satu hal paling penting yang sebagai istri harus selalu Anda ingat. Jika dengan penghasilan suami sudah mencukupi, jangan pernah berpikir untuk membantu semoga penghasilan keluarga bertambah, menyerupai Anda akan bekerja. Bukankah sebagai istri Anda harus menjaga anak-anak, menjaga kondisi rumah semoga nyaman. Itu semua lebih baik dari yang lain. Nah, berbeda bila seorang istri yang sudah Janda ataupun mempunyai pekerjaan mulia menyerupai guru atau dokter.


Sahabat renungan Islam, sebagai istri banyak-banyaklah bersyukur. Jika tidak bekerja, maka bekerjalah dengan mendoakan suami Anda. Rezeki sudah ada yang ngatur semua. Kenapa kita harus takut tidak tercukupkan, bukankah Tuhan Maha Kaya. Dengan begini Insya Allah, menjalani kehidupan rumah tangga lebih aman, tentram dan damai. Semoga bermanfaat bagi semua.