Masya Allah. Inilah Bukti Ilmiah Nabi Musa AS Membelah Laut Merah
Di zaman serba canggih dan logis menyerupai kini ini, kisah-kisah yang diceritakan dalam kitab suci termasuk mukjizat-mukjizat yang di turunkan kepada wali Tuhan dipertanyakan kebenarannya. Bukan dalam rangka mengingkari firman-firman Tuhan, tetapi lebih kepada pencarian kebenaran. Tekhnologi yang senakin canggih mempermudah segala sesuatu dalam proses pembuktian hal-hal tersebut secara logis dan berbasis sains. Dan luar biasanya akhir-akhir ini banyak mukjizat yang pada zamannya yakni sesuatu yang tidak masuk logika menjadi terang dan penuh klarifikasi empiris baik secara teori keilmuan ataupun fakta-fakta nyata.
| Lokasi penyebrangan bahari merah yang dilingkari |
"Dan (ingatlah), ketika kami belah bahari untukmu, kemudian kami selamatkan kau dan kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kau sendiri menyaksikan (QS 2:50). Dan kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, kemudian mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, Karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir’aun itu Telah hampir karam berkatalah dia: “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)” (QS 10:90). Dan Sesungguhnya Telah kami wahyukan kepada Musa: “Pergilah kau dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil) di malam hari, Maka buatlah untuk mereka jalan yang kering di bahari itu, kau tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam)” (QS 20:77). Maka Fir’aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, kemudian mereka ditutup oleh bahari yang menenggelamkan mereka (QS 20:78). Lalu kami wahyukan kepada Musa: “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap kepingan yakni menyerupai gunung yang besar (QS 26:63)."
Kita mungkin masih ingat dengan kisah Nabi Musa yang bersama kaumnya diperintahkan oleh Tuhan untuk meninggalkan Mesir. Ketika telah hingga di tepi Laut Merah, Tuhan memerintahkan Nabi Musa untuk memukulkan tongkatnya hingga bahari luas yang berada di hadapan mereka terbelah membentuk jalan dengan dua dinding air yang tinggi. Pernahkah anda membayangkan betapa dahsyatnya kejadian tersebut?
Simak Ulasan Berikut Ini.
Pada tamat tahun 1988, seorang arkeolog yang bernama Ron Wyatt mengatakan bahwa dirinya berhasil menemukan beberapa bekas / bangkai roda dari kereta tempur di dasar bahari merah. Menurut penuturan beliau, kereta ini mungkin merupakan bab dari kereta tempur yang dipakai oleh Firaun ketika karam di bahari merah ketika melaksanakan pengejaran terhadap Nabi Musa A.S
| Roda Tempur |
Dia juga berkata bahwa ada beberapa inovasi lain yang berhasil didapatnya dan krunya selain bangkai roda tempur di daerah yang sama diantaranya yakni beberapa tulang insan dan kuda.
Setelah inovasi ini, para jago kemudian melaksanakan pengujian di Stockhlom University untuk mengetahui umur dari tulang belulang tersebut dan alhasil cukup mengejutkan… hasil penelitian menyebutkan bahwa ada beberapa struktur dan kandungan dalam tulang tersebut menyampaikan bahwa kerangka-kerangka tersebut telah berusia 3.500 tahun.. Subhanallah. Seperti yang juga kita ketahui, kejadian pengejaran Firaun terhadap Musa A.S terjadi sekitar 3.500 tahun yang lalu.
| Gerigi 4 |
Selain itu, ada suatu benda menarik yang juga berhasil ditemukan, yaitu poros roda dari salah satu kereta kuda yang kini keseluruhannya telah tertutup oleh watu karang, sehingga untuk ketika ini bentuk aslinya sangat sulit untuk dilihat secara jelas. Mungkin Tuhan sengaja melindungi benda ini untuk menyampaikan kepada kita semua bahwa mukjizat yang diturunkan kepada Nabi2-Nya merupakan suatu hal yang faktual dan bukan merupakan dongeng karangan belaka. Di antara beberapa bangkai kereta tadi, ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang terbuat dari emas. Sepertinya, inilah sisa dari roda kereta kuda yang ditunggangi oleh Pharaoh sang raja.
| Ilustrasi Kereta Kuda |
Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba. Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan yakni 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab. Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya mencapai 1500 meter. Kecerunan bahari dari Nuweiba ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 darjah, sementara itu dari Teluk Nuweiba ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 darjah. Diperkirakan jarak antara Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter. Lebar lintasan Laut Merah yang terbelah diperkirakan 900 meter.
Dapatkah kita membayangkan berapa daya atau tekanan yang diharapkan untuk membelah air bahari hingga mempunyai lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman perairan yang rata2 mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama, mengingat pengikut Nabi Musa yang berdasarkan sejarah berjumlah ribuan? (menurut goresan pena lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4 jam).
Menurut perkiraan, Diperlukan tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang kita terima Jika menyelam di bahari hingga kedalaman 280 meter. Jika kita kaitkan dengan kecepatan angin, berdasarkan beberapa perhitungan, setidaknya diharapkan hembusan angin dengan kecepatan konsisten 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam untuk sanggup membelah dan mempertahankan kepingan air bahari tersebut dalam jangka waktu 4 jam. Atau jikalau kita kaitkan dengan kecepatan angin, maka akan melebihi kecepatan angin pada ketika terjadi Hurikan. Atau jikalau mengacu kepada perhitungan seorang pakar dari Rusia yang berjulukan Volzinger, diharapkan hembusan angin dengan kecepatan konstan 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam. Sungguh dahsyat bukan? Tuhan Maha Besar.
Sumber :
1. http://generusjaktim2.wordpress.com
2. http://misteradli.blogspot.com
3. http://joglio.blogspot.com