Setelah Terpeleset Tangan Anak Ini Menghitam dan Hampir Diamputasi. Apa yang Terjadi

Kejadian ini benar-benar terjadi dan tanpa rekayasa. Banyak masalah yang sama terjadi bahkan luput dari perhatian orang. Terlebih masalah ini merupakan masalah medis yang tidak semua orang mengetahuinya, terutama bagi orang-orang yang tidak eksklusif ke paramedis melainkan lebih menentukan pengobatan alternative.


Berikut salah satu masalah yang dapat menjadi pelajaran bagi semua orang, kalau mengalami hal yang sama Anda sudah mengerti akan membawa kemana anak Anda suatu ketika nanti.

Berikut ialah kesaksian dr. Rudy Dewantara, SpOT wacana banyaknya masalah sangkal putung yang mengalami kondisi memburuk sehabis berobat ke kawasan tersebut.

Gambar dibawah ini ialah foto asisten anak umur 5 tahun (gambar diambil dan diupload sudah seijin keluarga). 2 hari kemudian jatuh kepeleset dan eksklusif dibawa ke sangkal putung untuk dipijat dan ditarik2. Kemarin anak tersebut tiba ke UGD dibawa orang tuanya, dalam kondisi tangan membengkak, semua jari tidak dapat digerakkan.

Anak tersebut mengalami "impending compartment syndrome", dimana otot, pembuluh darah dan saraf tangannya terjepit sebab proses pembengkakan akhir tindakan pijat tsb. Anak ini masih sangat beruntung, sebab ketika ini cukup dilakukan observasi saja/belum ada rencana untuk dilakukan tindakan operasi. Namun, seandainya dalam masa observasi kondisi tangannya semakin memburuk, maka terpaksa dilakukan tindakan operasi untuk menurunkan peningkatan tekanan dalam ototnya. Ironisnya.. hasil foto rontgennya tidak mengatakan adanya patah tulang. Dan seandainya dari awal tiba ke saya, tidak perlu dilakukan tindakan apa2 selain kompres cuek dan anti nyeri secukupnya.

Sekitar 3 bulan lalu, ada kejadian yg cukup tragis. Seorang laki2 usia 19 tahun, jatuh keseleo ketika futsal. Tidak ada patah tulang. Namun dibawa pijat ke sangkal putung. Dalam waktu kurang dari 24 jam, seluruh kakinya menghitam, dan harus saya amputasi setinggi lutut.

Kejadian2 menyerupai ini tidak jarang. Selama tahun 2015, saya menangani hampir 40-50 masalah menyerupai ini. Banyak yang berpikir, dokter itu anti segala sesuatu yg berbau "tradisional", termasuk "pijat". Asumsi ini salah. Saya sendiri sebagai dokter orthopedi, tidak anti pijat, asalkan orang yang melaksanakan tindakan tersebut mengerti apa yang dilakukannya. Bahkan ilmu memijat ini ada sekolah spesialisnya, yaitu kedokteran fisik dan rehabilitasi (SpKFR) yang dulu dikenal sebagai rehabilitasi medik. 

Karena itu saran saya, kalau mengalami cedera di anggota gerak tubuh, bawa ke dokter dulu. Pastikan tidak ada persoalan di tulang, otot, pembuluh darah, dll. Patah tulang tidak selalu harus dioperasi. Ketika tulang patah, yang diobati bukan hanya tulangnya, namun otot, sendi, dan struktur-struktur penting lain disekitarnya. Dan pemahaman ini tidak dimiliki oleh sangkal putung/dukun. (sumber)

Sahabat, kalau mengalami hal yang sama sebaiknya pergi ke ahlinya terlebih dahulu yaitu paramedis yang mengerti permasalahan tersebut. Jangan eksklusif tetapkan pergi mencari alternative. Memang pengobatan alternative tidak dapat disalahkan sepenuhnya, namun sebagai masyarakat yang cerdas dan berwawasan luas bijaklah menentukan kawasan pengobatan. Semoga bermanfaat.