Balita Ini Kejang Setelah 2 Kali Dibentak Ibunya. Seperti Apa Kejadiannya...
Kisah ini haruslah menjadi pelajaran bagi semua orang. Khususnya bagi orang bau tanah yang sudah mempunyai anak dengan usia masih dibawah umur terutama anak-anak 1 hingga 7 tahun. Sebagai orang bau tanah haruslah mengetahui bagaimana cara paling baik mengelola perasaan anak itu sendiri. Jangan hingga menjaga perasaan anakpun tidak sanggup dilakukan oleh para orang tua.
Kejadian ini sejatinya terjadi beberapa waktu yang lalu, namun tidak salahnya diangkat lagi untuk saling mengingatkan baik untuk orang lain maupun bagi penulis sendiri. Banyak hal yang harus diperhatikan oleh orang bau tanah terhadap kondisi anak-anak. Bukan hanya sekedar 1 atau 2 hal saja. Harus lebih peka dan lembut terhadap anak-anak.
Anak merupakan titipan Tuhan SWT kepada kedua orang bau tanah untuk diasuh dan dididik secara syariat Islam. Jika Anda kurang mengetahuinya, silahkan membaca tumpuan artikel 25 cara mendidikanak secara Islami dan menyerupai aliran Rasulullah SAW. Insya Tuhan Anda akan gampang dikala mendidik atau membimbing anak Anda.
Nah, berikut ini penuturan salah satu dari akun facebook yang anaknya mengalami kejang sesudah menerima bentakan 2 kali :
“ Selama beberapa hari menyerupai orang linglung, dimulai jumat sore Auby saya paksa mandi karna sudah sore & rencana mau ke JNE kirim paket, di kamar mandi ia bilang "Gamau mandi, mau nenen aja mih" tapi terus saja saya paksa mandi sambil saya hardik "DIAM!!" Setelah bentakan pertama itu ia cuma bilang "Dede sayang mamih" sambil mengelus-elus pipi saya, saya abaikan gitu aja, gada respon yg mengambarkan perhatian/penghargaan atas apa yg sudah auby lakukanSetelah beres mandi & saya ajak ke kamar, di kamar pun auby masih bilang "mau nenen aja mih" sambil nangis-nangis, kembali saya hardik "LEBAY!!" Sehabis itu ia membisu & tidak menangis, dibawa ayahnya ke ruang tamu sambil nonton tv.
Tiba-tiba auby menunduk, ketika dibangunkan tubuhnya udah dingin, kaku & matanya melotot, dgn panik & tangis yg pecah saya peluk auby, saya bawa auby yg belum pake apapun ke RS, sepanjang jalan saya merasa menyesal, merasa takut, merasa bersalah, rasanya sakit melihat auby menyerupai itu, sepanjang jalan saya hanya sanggup istigfar, minta maaf ke auby "Bangun De.. Dede mau nenen yaa gamau mandi?" itu kata-kata yg terus saya ulang, semua bayangan tingkah laris auby bagai roll film yg diputar ulang, bagai alarm untuk saya, bagai peringatan bagi saya, bagaimana sanggup saya sebagai ibunya memperlakukan auby begitu, auby anak yg baik, penurut, tdk menyusahkan ibu bapaknya, bagaimana sanggup saya perlakukan menyerupai kemarin??
Anak sebaik auby yg hingga di IGD dibiarkan menangis untuk memulihkan kesadarannya, pasang oksigen & cek darah, hanya bilang "sakit mih, udaaah.. Tolooong" dikala dipasang infus hanya bilang "sakit mih.." yg bangkit pagi cuma bilang "ini apa mih? Dede mau jalan-jalan aja" ya Alloh.. Teganya saya membentak & melihatnya penuh kebencian jumat sore itu..
Alhamdulillah.. Auby sudah pulih & sehat lagi, tdk ada gangguan medis apapun, hasil EEG nya pun bagus, petugas Lab nya hanya berpesan
"JANGAN BENTAK ANAK ANDA" sekesal apapun, pelajaran buat saya, 2 bentakan & tatapan kebencian sanggup mencederai otak auby, sanggup melukai hatinya, sanggup menghancurkan perasaanya, saya kesepakatan pada diri sendiri tdk akan ada bentakan ke 3/4 kalinya lagi, cukup sekali auby merasa hancur...
Auby hanya titipan, ketika saya perlakukan ia dgn tidak baik, sang empunya-Nya sanggup mengambilnya kapan saja, Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan menjaga & merawat Auby, Alhamdulillah..
Terimakasih untuk semua doanya buat auby ku... (sumber facebook)
Sahabat renungan Islam, ambillah pesan tersirat dari insiden ini. Jangan hingga mencaci maki atau memperlakukan orang bau tanah anak tersebut yang tidak perlu dilakukan. Berterimakasihlah padanya sebab sudah mengingatkan kita semua, begitu dahsyatnya efek dari bentakan. Semoga insiden serupa tidak berulang kembali pada orang bau tanah lainnya. Dan sama-sama berdoa kepada Tuhan SWT senantiasa diberi akomodasi dalam merawat anak-anak. Semoga bermanfaat bagi semua, jazakumullah fi khair.