Gagal Membakar Al Qur'an, Pasteur dan Para Jemaatnya Memutuskan Masuk Islam
Banyak orang ingin menunjukan Al Qur’an dengan cara mengujinya. Pada artikel sebelumnya penulis sudah membahas ulasan ihwal para hebat menguji Al Qur’an dan mengaitkan dengan ilmiahnya dan hasil temuan para hebat tersebut dibidangnya masing-masing ternyata sudah dijelaskan di dalam Al Qur’an lebih 1400 tahun yang lalu. Pada akibatnya mereka para peneliti tersebut memutuskan masuk Islam dan terus mempelajari Islam. Mereka yakin Islam yaitu agama yang paling benar dan agama paling sempurna.
Selain para hebat sain, para pemuka agama juga berinisiatif ingin menunjukan kebenaran Al Qur’an. Seperti yang dilakukan Pasteur asal Nigeria ini. Bersama-sama para jemaatnya mereka memperabukan Al Qur’an ingin melihat apakah dapat terbakar atau tidak. Alih-alih terbakar, Tuhan SWT tidak mengizinkan kalam-Nya terbakar dengan api. Sungguh besar Kuasa Tuhan yang menyebabkan segalanya di Bumi dan di langit. Pada akibatnya para Pasteur tersebut bahu-membahu menyatakan keislamannya sesudah gagal memperabukan Al Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang diturunkan kepada Rasul-Nya Nabi Muhammad SAW.
| Gambar Ilustrasi tidak mewakili |
Penasaran dongeng lengkap Pasteur dan jemaatnya tersebut, berikut kami ambil dari sumber dongeng kasatmata muallaf via facebook.
Pastur, Misionaris, Dan Jemaat Gereja Masuk Islam Setelah Gagal Membakar Al-Quran
Koran harian “Tartim” yang beredar di Nigeria dan merupakan koran terbesar dengan oplah paling banyak mengembangkan info yang tidak akan dilupakan oleh penduduk Nigeria.
Koran yang terbit setiap hari Rabu tersebut, dalam editorialnya telah menggoncangkan salah satu kota besar di Nigeria, kota Kajoula. Dalam info tersebut dipaparkan bahwa seorang pimpinan pendeta Kristen dengan sangat mengejutkan melempar mushaf Al-Qur’an ke tanah di depan para hadirin yang tiba dalam majelisnya. Tidak hanya itu, ia kemudian menuangkan bensin dan berusaha memperabukan mushaf tersebut.
Namun yang sangat mengherankan, mushaf tersebut sama sekali tidak terbakar dan api tidak hingga menyentuhnya. Bahkan, tangan pendeta tersebut yang justru terbakar oleh kobaran api. Peristiwa ini terjadi pada dikala umat Kristen sedang melakukan kebaktian di gereja.
Setelah insiden ini, Pendeta Froos seketika pribadi menyatakan keislamannya dan diikuti oleh pemimpin gereja Ya’kub Musa, kemudian diikuti oleh para pendeta dan misionaris di sana, sehingga jumlah mereka mencapai 200 misionaris, kemudian pendeta Ya’kub Musa mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekjen Organisasi Kependetaan di Kanjoula.
BACA JUGA
Kisah Muallaf. Mantan Yakuza di Jepang Memutuskan Masuk Islam.
Mantan Model Ini Temukan Islam dari Jilbabnya
BACA JUGA
Kisah Muallaf. Mantan Yakuza di Jepang Memutuskan Masuk Islam.
Mantan Model Ini Temukan Islam dari Jilbabnya
Di hari berikutnya, pemimpin redaksi koran “Ukazh”, Haji Ibrahim Sulaiman menulis info ihwal aktifitas Ya’kub Musa pasca mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekjen. la berdakwah mengembangkan agama Islam ke seluruh pelosok negeri Nigeria, Ibrahim Sulaiman juga menulis kisah-kisah Ya’kub Musa yag dapat dijadikan pelajaran bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia.
Maha Besar Tuhan dengan segala bukti dan kebesaran-Nya. Selain dongeng tersebut sebelumnya penulis juga sudah mempublish pendeta yang menyampaikan bahwa Islam merupakan agama yang paling benar. Semoga bermanfaat untuk sobat semua.